Monday, May 10, 2021

SOSIOLOGI KOMUNIKASI : PERILAKU KOLEKTIF DAN PENGELOMPOKAN MANUSIA

Jelaskan apa yang dimaksud dengan kelompok sosial? 

Horfon menjelaskan bahwa kelompok sosial adalah kumpulan manusia yang memiliki kesadaran akan keanggotaannya dan saling berinteraksi

Menurut pendapat lain:

1.      Joseph S. Roucek

Kelompok sosial adalah sebuah kelompok yang meliputi dua orang individu ataupun lebih. Diantara mereka terdapat pola interaksi yang bisa dipahami oleh pihak lain ataupun anggotanya sendiri secara keseluruhan. 

2.      Soerjono Soekanto

Kelompok sosial adalah suatu kesatuan atau himpunan manusia yang saling berkaitan diantara mereka secara timbal balik dan saling memengaruhi.

3.      George Homans

Kelompok sosial merupakan suatu kumpulan individu yang melakukan kegiatan, interaksi dan memiliki perasaan untuk membentuk suatu keseluruhan yang terorganisasi dan berhubugan dengan timbal balik.

Mengapa perilaku kolektif dapat terjadi dalam kehidupan sosial manusia? 

Kekondusifan struktural, kendala struktural, dan berkembangnya keyakinan umum memerlukan faktor-faktor pemicu yang akan menyebabkan timbulnya perilaku kolektif. Peran faktor-faktor itu sering kali dapat dilihat dalam suatu revolusi sosial sebagai pemicu atau faktor yang memudahkan terjadinya peristiwa itu. 

Kehidupan di Indonesia, kita banyak menemukan perilaku dari berbagai individu maupun kelompok yang tidak sesuai norma dan aturan hal itulah yang dikatakan sebagai perilaku kolektif. 

Sisi yang lain dalam fitrahnya manusia sendiri punya potensi berkelompok.  

Perilaku sosial itu merupakan hal yang penting dalam sosialisasi kehidupan, tak ada sedikit pun orang yang mengelak pada perilaku sosial di sekitar kita. Oleh karena itu perilaku individu maupun kolektif sangat sarat dengan perilaku sosial perilaku tersebut memberikan dampak tersendiri bagi dunia sosial yaitu penyimpangan dari perilaku sosial tersebut. 

Diferensiasi berdasarkan ciri sosial timbul karena adanya perbedaan pekerjaan. Perbedaan pekerjaan tersebut menyebabkan adanya perbedaan cara pandang dan pola perilaku dalam masyarakat tersebut. Oleh karena itu, diferensiasi jenis ini diikuti dengan adanya perbedaan peran, prestise, dan kekuasaan. Contohnya antara lain pola perilaku dokter yang berbeda dengan pola perilaku arsitek.  

Lalu, yang berdasarkan pada ciri budaya itu seperti apa? Diferensiasi berdasarkan ciri budaya Berhubungan erat dengan pandangan hidup suatu masyarakat. Pandangan hidup tersebut menyangkut nilai-nilai yang dianutnya, seperti religi, sistem kekeluargaan, keuletan, dan ketangguhan. Hasil dari nilai-nilai yang dianut suatu masyarakat dapat dilihat dari pakaian, bahasa, kesenian, dan agama. 

Apa itu tindakan secara kolektif? 

Perilaku kolektif mula-mula dipandang sebagai perilaku menyimpang (deviant behavior). Dilihat dari perspektif sosiologi menurut Cohen (1983) gerakan sosial ini dapat dibagi kedalam beberapa macam sebagai berikut :

1.      Gerakan ekspresif. Dalam masyarakat yang sudah maju dan modern individu acapkali ingin mengungkapkan (mengekspresikan) berbagai keinginannya untuk mendapat perhatian dan simpati publik.

2.      Gerakan regresif, gerakan sosial ini sengaja dilakukan oleh sekelompok orang dengan tujuan untuk mengembalikan apa yang ada sekarang ini ke keadaan sebelumnya.

3.      Gerakan progresif. Bagi mereka yang terlibat dalam gerakan ini pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup serta kesejahteraan kelompok tertentu dalam masyarakat.

4.      Gerakan reformis, tipe gerakan sosial ini lebih diorientasikan pada terciptanya perubahan dan pembaruan aspek tertentu dalam masyarakat.

5.      Gerakan revolusioner, dalam gerakan sosial ini sifatnya revolusioner justru menuntut lebih jauh hingga dilakukan perubahan bersifat total dan radikal terhadap seluruh aspek kehidupan manusia dan tatanan sosial yang ada.

6.      Gerakan utopian. Dalam konteks gerakan sosial ini yang mana dilakukan oleh sekelompok orang dengan tujuan untuk membentuk suatu lingkungan yang dianggap ideal dan baik bagi mereka.

7.      Gerakan migrasi. Pada dasarnya mereka yang terlibat dalam gerakan ini merasa tidak begitu puas dengan kondisi kehidupan sosial ekonomi mereka sekarang sehingga mereka memutuskan untuk berpindah kesuatu wilayah yang lain dengan harapan dapat memperoleh kehidupan sosial ekonomi yang jauh lebih baik dibandingkan dengan keadaan sebelumnya.

Di samping itu gerakan sosial menurut Cohen (1983) dibagi menjadi empat jenis antara lain :

1.      Alternative Social Movement. Untuk tipe gerakan sosial ini dimaksudkan hanya ingin merubah pemikiran dan perilaku individu tertentu dengan menggunakan cara tertentu pula.

2.      Redemptive Social Movements yaitu suatu gerakan sosial yang dilakukan dengan tujuan merubah perilaku kelompok tertentu dalam masyarakat dengan ruang lingkup yang terbatas.Misalnya gerakan yang dilakukan dikalangan sekte tertentu yang sasarannya ingin merubah persepsi dan perilaku anggotanya.

3.      Reformative Movement. Pada prinsipnya target yang ingin dicapai gerakan sosial ini lebih diorientasikan pada perubahan aspek tertentu dalam masyarakat.

4.      Revolutionary Social Movement. Berbeda halnya dengan tiga tipe gerakan sosial diatas maka dalam jenis gerakan sosial revolusioner lebih diorientasikan pada terjadinya suatu perubahan secara total dan menyeluruh pada semua aspek kehidupan masyarakat termasuk didalamnya ideologi suatu negara.

Perilaku kolektif adalah perilaku dari dua atau lebih individu yang bertindak secara bersama-sama dan secara kolektif, dan untuk memahami perilaku dengan cara ini harus mengerti semua kehidupan kelompok. 

Menurut Marshall, tindakan kolektif merupakan sebuah tindakan yang dilakukan secara bersamaan di dalam suatu kelompok karena memiliki tujuan yang sama (Vanni, 2014, hlm. 21). Lebih lanjut,dalam melakukan tindakan kolektif selalu dilakukan atas dasar tujuan tersebut. 

Secara teoritis perilaku kolektif dapat dijelaskan dari berbagai sudut teori antara lain teori penyebaran, teori interaksionis, teori emergent-norm dan teori value-added. Kondisi pokok yang memicu munculnya perilaku kolektif menurut teori value-added adalah: kesesuaian struktural, ketegangan struktural, berkembangnya 

Adapaun ciri-ciri perilaku kolektif adalah sebagai berikut : 

• Perilaku yang dilakukan bersama oleh sejumlah orang. 

• Perilaku yang bersifat spontanitas dan tidak terstruktur. 

• Perilaku yang tidak bersifat rutin, dan. 

• Perilaku yang merupakan tanggapan terhadap rangsangan tertentu.



 

No comments:

Post a Comment

UAS MINI BOOK

  KATA PENGANTAR   Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Atas rahmat dan karunia-Nya, penulis dapat menyelesaikan mini b...