Sunday, June 20, 2021

UAS MINI BOOK

 

KATA PENGANTAR

 

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Atas rahmat dan karunia-Nya, penulis dapat menyelesaikan mini book dengan judul "Hidup Dengan Komunikasi."

Mini book ini disusun dan diajukan untuk memenuhi syarat UAS pada mata kuliah Sosiologi Komunikasi, Prodi Ilmu Komunikasi, Fakultas Dakwah dan Komunikasi di Universitas Islam Negeri Surabaya. Disamping itu, penulisan mini book ini juga bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada pembaca.

Mini book ini dapat diselesaikan semata karena penulis menerima banyak bantuan dan dukungan. Untuk itu, penulis mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada:

1.      Allah SWT, yang telah memberikan Kesehatan dan kesempatan sehingga saya mampu menyelesaikan tugas ini dengan baik.

2.      Kedua orang tua yang memberikan dukungan serta doa dalam menyelesaikan hasil akhir ini.

3.      Bapak Abu Amar Bustomi, M,Si yang telah membimbing dan mendukung dalam pencapaian materi selama satu semester ini.

4.      Serta berbagai pihak yang tidak mungkin dapat penulis sebutkan satu per satu.

Penulis menyadari bahwa mini book  ini masih jauh dari sempurna karena keterbatasan ilmu dan pengalaman yang dimiliki. Oleh karenanya, saran dan kritik yang bersifat membangun akan penulis terima dengan senang hati. Penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang memerlukan.

 

 

Surabaya, 20 Juni 2021

Penulis

Link download:

https://drive.google.com/drive/folders/1jHcJzAZUZGac-C8N_yFUVOcGzZr--ch1?usp=sharing

Monday, June 14, 2021

Memahami Perubahan Kebudayaan (Cultural Change)


Perubahan Kebudayaan


A. Pengertian

Setiap individu atau masyarakat pasti mengalami perubahan, baik perubahan sosial dan perubahan budaya.

Perubahan sosial adalah perubahan dalam masyarakat yang memengaruhi sistem sosial, nilai, ras, sikap, dan pola perilaku individu di antara kelompoknya. Perubahan budaya adalah perubahan yang terjadi dalam sistem ide yang dimiliki bersama pada berbagai bidang kehidupan di masyarakat.

Berikut ini pengertian perubahaan kebudayaan menurut para ahli.

 1. Samuel Koenig

Samuel Koenig mengemukakan pendapatnya bahwa perubahan kebudayaan yaitu suatu cara untuk memodifikasi hal yang ada pada pola-pola kehidupan manusia. Adapun terjadinya sebuah modifikasi disebabkan karena faktor internal maupun eksternal.

2. Selo Soemardjan

Selo Soemardjan mengemukakan pendapatnya bahwa perubahan kebudayaan adalah semua perubahan yang terjadi pada lembaga kemasyarakatan yang dapat mempengaruhi suatu sistem sosial, baik itu sikap, nilai-nilai, maupun pola perilaku seseorang yang ada diantara kelompok dalam masyarakat.

3. John Lewin Gillin dan John Philip Gillin

Menurut John Lewin Gillin dan John Phillip Gillin, perubahan kebudayaan adalah cara hidup yang bervariasi yang terjadi karena disebabkan oleh perubahan kondisi geografis termasuk ideologi , komposisi penduduk.

B. Bentuk-bentuk Perubahan Sosial Buday

1. Proses perubahan

 Dikutip situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), pada dasar awalnya dari suatu perubahan adalah komunikasi dari seseorang atau kelompok lainnya. Pada proses komunikasi terjadi penyampaian informasi tentang gagasan, ide, keyakinan dan hasil budaya yang berupa fisik. Proses perubahan budaya dapat terjadi secara cepat dan menyangkut dasar atau pokok-pokok kehidupan masyarakat. Perubahan yang cepat itu disebut revolusi. Pada perubahan tersebut dapat direncana atau tanpa direncanakan, dijalankan dengan kekerasan atau tanpa kekerasan. Perubahan sosial budaya bisa berlangsung secara lambat dan memerlukan waktu lama. Biasanya perubahan tersebut merupakan rentetan perubahan kecil yang saling mengikuti dengan lambat.

2.Wujud perubahan sosial budaya

Dalam wujud perubahan sosial budaya tersebut bisa membawa kemajuan dan kemunduran. Pada proses kemajuan berati perubahan yang dikehendaki dan dapat menguntungkan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Bagi yang menimbulkan kemunduran itu perubahan yang tidak dikehendaki dan bisa merugikan kehidupan masyarakat.

3.      Pengaruh kebudayaan

Dalam pengaruh kebudayaan dibagi dua hal, yakni:

·         Pengaruh perubahan besar dalam kebudayaan

 Perubahan besar merupakan suatu perubahan yang berpengaruh terhadap masyarakat. Maka terjadi perubahan pada sistem sosial budaya, terjadinya perubahan pola berpikir struktur masyarakat.

·         Pengaruh perubahan kecil dalam kebudayaan

Perubahan kecil adalah perubahan yang terjadi pada bagian kecil dari satu unsur budaya. Di mana tidak membawa pengaruh langsung bagi individu atau masyarakat.

4.       Penerimaan perubahan kebudayaan

Ada beberapa hal dalam penerimaan perubahan kebudayaan, yakni:

·         Penerimaan kebudayaan yang dikehendaki

Kebudayaan yang dikehendaki merupakan perubahan yang diperlukan dan telah direncanakan oleh pihak-pihak yang mengadakan perubahan.

·         Penerimaan kebudayaan yang tidak dikehendaki

Perubahan yang dikehendaki merupakan perubahan yang terjadi tanpa sengaja atau tidak diinginkan oleh pihak-pihak yang mendagakan perubahan.

·         Perubahan yang direncanakan

Perubahan yang direncanakan adalah perubahan yang sebelumnya telah diprogramkan oleh masyarakat atau pemerintah.

·         Perubahan yang tidak direncanakan

Perubahan yang tidak direncanakan adalah perubahan yang tidak dikehendaki dan berlangsung di luar perkiraaan atau jangkauan manusia. Biasanya menimbulkan dampak atau akibat yang tidak dikendaki oleh manusia.

 C.      Faktor Terjadinya Perubahan Kebudayaan

Terjadinya perubahaan kebudayaan tentunya disebabkan karena ada faktor yang mendorong terjadinya perubahan tersebut. Faktor yang mempengaruhi perubahan kebudayaan meliputi faktor internal dan juga eksternal. Berikut ini penjelasan lengkap mengenai faktor internal dan juga faktor eksternal terjadinya perubahan kebudayaan.

·         Faktor internal terjadinya perubahan kebudayaan yaitu sebagai berikut:

  1. Terjadinya perubahan demografis. Perubahan itu mencakup perubahan ukuranm struktur, dan juga distribusi penduduk. Contoh dari perubahan demografis yaitu kelahiran, kematian, dan juga migrasi. (baca juga: Perkembangan Wilayah Indonesia)
  2. Adanya penemuan baru baik itu ide ataupun alat, atau dapat juga menyempurnakan penemuan baru tersebut dan memperbaharui ataupun mengganti yang ada.
  3. Adanya konflik sosial di dalam masyarakat. Dengan adanya konflik sosial maka dapat merubah suatu kepribadian orang yang ada pada bagian masyarakat tersebut. Contohnya seseorang yang tiba-tiba menjadi pendiam, tidak mau bersosialisasi dengan orang lain.
  4. Adanya pemberontakan menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya perubahan kebudayaan pada struktur pemerintahan. (baca juga: Faktor perubahan Sosial)
·         Faktor eksternal terjadinya perubahan kebudayaan yaitu sebagai berikut:

  1. Terjadinya peperangan merupakan faktor eksternal terjadinya perubahan kebudayaan. Dengan adanya peperangan maka akan terjadi perubahaan unsur-unsur budaya pada suatu negara baik dalam unsur ekonomi, sistem pengetahuan, teknologi, bahasa, kesenian ataupun sistem kemasyarakatan. (baca juga: Perkembangan Pergerakan Kebangsaan Indonesia)
  2. Faktor eskternal kedua yang menyebabkan terjadinya perubahan kebudayaan yaitu adanya pengaruh budaya lain. Adanya pengaruh budaya lain biasanya lebih mudah terjadi pada masyarakat yang terbuka, karena masyarakat terbuka dapat lebih mudah menerima adanya unsur budaya lain. Contoh dari adanya pengaruh budaya lain yaitu adanya hubungan antara dua bangsa yang dapat saling mempengaruhi seperti terjadinya akulturasi, difusi (penyebaran kebudayaan). dan juga proses bertemunya antar budaya yang menghasilkan suatu budaya baru akan tetapi tidak melihat budaya lama (Asimilasi).
  3. Terjadinya perubahan alam dapat mempengaruhi juga perubahan kebudayaan. Maksud dari perubahan alam yaitu perubahan lingkungan fisik yang disebabkan karena bencana alam misalkan gempa bumi, tsunami, banjir, longsor, dll. Dengan terjadinya suatu bencana alam maka akna terjadi banyak perubahan pada kehidupan seperti perpindahan tempat tinggal maka mau tidak mau mereka harus saling menyesuaikan hal tersebut memicu terjadinya perubahan kebudayaan.

D. Contoh Perubahan Kebudayaan Pada Unsur-unsur Budaya

Seperti yang telah dibahas pada materi sebelumnya, bahwa budaya memiliki unsur-unsur universal. Tentunya dengan adanya perubahan kebudayaan akan membuat perubahan pada unsur-unsur tersebut. Berikut ini contoh perubahan yang terjadi pada 7 unsur kebudayaan yaitu sebagai berikut.

1. Religi (Sistem Kepercayaan)

Sistem kepercayaan merupakan sistem keyakinan ataupun gagasan tentang Tuhan. Beberapa ahli mengemukakan pendapatnya bahwa sistem kepercayaanpun mengalami evolusi. Contohnya yaitu pada awalnya terdpaat keyakinan terhadap roh-roh atau animisme, namun dengan adanya evolusi maka muncullah keyakinan akan adanya banyak dewa atau politeisme. Dan pada evolusi terakhir muncul suatu keyakinan bahwa adanya satu tuhan atau monoteisme. Contohya menganut agama Islam dan menganut agama Kristen.

2. Sistem Pengetahuan

Suatu masyarakat tidak akan bisa hidup tanpa adanya pengetahuan. Pada setiap kebudayaan akan terdapat suatu pengetahuan baik itu tentang alam, zat-zat, benda, ataupun yang lainnya. Contoh perubahan kebudayaan pada unsur sistem pengetahuan yaitu adanya kepercayaan manusia zaman dahulu bahwa bumi itu datar. Namun dengan adanya evolusi maka dilakukan berbagai pengamatan dan juga penelitian yang pada akhirnya seorang nelayan berpikiran bahwa bumi itu bulat. Seiring berkembangnya zaman muncul ilmu astronomi yang bisa pergi ke luar angkasa, sehingga manusia mulai yakin bahwa bumi berbentuk bulat.

3. Sistem Kemasyarakatan

 Salah satu unsur kebudayaan yang pasti akan selalu berubah adalah sistem kemasyarakatan. Di dalam kehidupan masyarakat, setiap individu akan mengatur dirinya megikuti perkembangan zaman. Oleh karena itu sistem kemasyarakatan akan sering mengalami perubahan kebudayaan. (baca juga: Macam-Macam Ras Di Indonesia)

 4. Bahasa

Bahasa merupakan salah satu unsur yang akan selalu berubah sama halnya seperti sistem kemasyarakatan. Adanya perubahan dalam unsur bahasa sangat terlihat jelas. Contohnya yaitu pada masa prasejarah, manusia dapat menceritakan hal yang dialaminya hanya melalui lisan sedangkan pada masa sejarah manusia sudah mengenal tulisan sehingga dapat dilihat dari prasasti yang dimana pada prasasti itu termuat tulisan-tulisan.

 5. Kesenian

Kesenian akan selalu mengalami perubahan. Hal yang mencakup kesenian yaitu seni msuik, seni rupa ataupun seni tari. Dengan berkembang zaman fungsi seni pun dapat berubah, jika zaman dahulu seni hanya digunakan untuk mengekspresikan diri ataupun untuk kegiatan spritual saat ini seni lebih banyak digunakan untuk tujuan politik ataupun untuk perdagangan.

 



https://www.kompas.com/skola/read/2020/04/15/170000569/perubahan-sosial-budaya-bentuk-faktor-pendorong-dan-penghambat?page=all

https://www.kelaspintar.id/blog/tips-pintar/pengertian-perubahan-kebudayaan-8736/

https://tirto.id/dampak-perubahan-budaya-terhadap-kehidupan-masyarakat-gefY





Sunday, May 30, 2021

Pengertian, Teori, Contoh Perubahan Sosial


Perubahan Sosial 


Perubahan sosial merupakan salah satu kajian sosiologi yang paling dinamis, hal ini dikarenakan perubahan selalu terjadi dan terkadang tidak bisa dihindari. Perubahan sosial berbeda dengan perubahan lainnya. Yang menjadi pembeda perubahan sosial dengan perubahan lainnya adalah perubahan sosial menekankan perubahan yang terjadi pada aspek kultural atau budaya serta aspek struktural (struktur masyarakat), dan dampaknya terhadap kehidupan sosial.


Dilansir dari buku Perubahan Sosial (2018) karya Joan Hesti Gita Purwasih dan Sri Muhammad Kusumantoro, perubahan sosial merupakan suatu variasi cara hidup yang telah diterima, baik karena perubahan kondisi geografis, kebudayaan, komposisi penduduk, ideologi, maupun adanya penemuan baru dalam masyarakat.

Pengertian Perubahan Sosial Menurut Para Ahli

  1. Menurut Soerjono Soekanto, perubahan sosial adalah perubahan-perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di suatu masyarakat, yang mempengaruhi sistem sosialnya, termasuk nilai-nilai, sikap, dan pola perilaku di antara kelompok di masyarakat.
  2. Menurut Kingsley Davis, perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi pada struktur dan fungsi masyarakat.
  3. Menurut Willian Ogburn, perubahan sosial adalah perubahan yang meliputi unsur-unsur kebudayaan, baik unsur material, maupun unsur non-material. Namun yang ditekankan adalah pengaruh unsur material terhadap nonmaterial. Yang dimaksud unsur material kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia, misalnya teknologi. Yang dimaksud dengan unsur non-material adalah hasil kebudayaan yang bersifat lebih abstrak seperti ide, ideologi, dan kepercayaan.

Teori Perubahan Sosial

1. Teori Evolusi

Teori ini melihat perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi pada pengoranisasian masyarakat, khususnya dalam hal pembagian kerja. Teori ini berangkat dari pemikiran Herbert Spencer, Emile Durkheim, dan Ferdinand Tonnies. Menurut teori ini, perubahan sosial terjadi lambat dan berlangsung dalam waktu yang lama. Jika mengambil pemikiran Durkheim, maka dasar perubah sosial ini adalah perubahan masyarakat dari solidaritas mekanik menuju solidaritas organik, yang ditandai dengan adanya pembagian kerja.

Solidaritas mekanik ditandai dengan kondisi masyarakat yang masih sederhana, pembagian kerja sederhana, dan masih bersifat kekeluargaan. Solidaritas organik ditandai dengan masyarakat yang lebih modern, lebih cenderung bersifat individualis, dan pembagian kerja lebih banyak dan kompleks.

Jika mengambil ide Ferdinand Tonnies, maka perubahan sosial merupakan perubahan dari gemeinschaft menuju gesselschaft. Gemeinschaft memiliki ciri yang serupa dengan masyarakat solidaritas mekanik Durkheim, di mana masyarakat masih tradisional, dan gesselschaft serupa dengan masyarakat solidaritas organik yang lebih modern.

Berikut adalah beberapa penggolongan teori evolusi:

  • Unlinear theories of evolution

Teori ini menganggap masyarakat berkembang dari masyarakat sederhana menuju masyarakat yang kompleks. Bentuk teori ini adalah teori siklus yang berpendapat bahwa tahap-tahap perkembangan menyerupai lingkaran, di mana tahapan tersebut dapat dilalui berulang kali.

  • Universal theories of evolution

Teori ini mengemukakan bahwa perubahn merupakan hal yang linear, atau sudah memiliki garisnya sendiri, sehingga perubahan akan melaju ke depan dan tidak akan berulang seperti pada pandangan teori siklus.

  • Multilinear theories of evolution

Teori ini menekankan pada peelitian tahap-tahap perkembangan evolusi masyarakat, misalnya perubahan sistem pencaharian dari berburu ke pertanian, atau dari pertanian menuju industri.

2. Teori Siklus

Menurut teori ini, perubahan merupakan siklus yang terjadi berulang-ulang, tidak dapat direncanakan atau diarahkan ke titik tertentu.



3. Teori Linear

Menurut teori ini, perubahan bergerak menuju tahapan atau titik tertentu. Pandangan ini juga menganggap bahwa perubahan bisa diarahkan atau direncanakan.



Seperti gaya hidup, teori ini beranggapan bahwa perubahan sosial bisa saja terulang kembali. Misalnya pada waktu tahun 1970an, scooter digandrungi oleh anak muda. Sekarang pada 2018 kegandrungan anak muda terhadap scooter mulai bangkit kembali.

Teori-teori di atas, menjelaskan bagaimana perubahan sosial merubah masyarakat dari suatu tingkatan ke tingkatan lainnya. Hal ini penting karena pada dasarnya manusia selalu melakukan inovasi dan kreasi baik dalam bidang cipta, rasa, atau karsa untuk mendukung kelangsungan hidupnya, dan diharapkan bisa berguna untuk masyarakat luas

Contohnya, pada awal kemunculannya, mobil digerakkan oleh tenaga bensin dengan mesin 1 silinder dan tidak dapat ngebut, tetapi karena inovasi dan kreasi, sekarang mobil bergerak dengan tenaga bensin yang lebih efisien, dengan mesin yang terkadang lebih dari 4 silinder dan bisa ngebut sampai 400km/jam.

Setelah kita mengetahui bagaimana perubahan sosial merubah masyarakat, sekarang mari kita pelajari teori apa saja yang menjelaskan faktor-faktor penyebab terjadinya perubahan sosial.

4. Teori Konflik

Menurut teori ini, konflik sosial merupakan sumber utama terjadinya perubahan sosial. Konflik sosial terjadi karena adanya pertentangan antara kelas sosial, di mana kelompok yang lebih kuat cenderung mendominasi kelompok yang lebih lemah. Teori ini berakar dari pemikiran Karl Marx tentang konflik antar pemilik modal atau borjuis, dengan pekerja atau proletar.

5. Teori Fungsionalis

Teori Fungsionalis menyatakan bahwa ketidakpuasan masyarakat terhadap keadaan sosial yang sedang berlaku merupakan penyebab utama terjadinya perubahan sosial. Ketidakpuasan ini tidak dirasakan oleh semua anggota masyarakat, sebagian anggota masyarakat tidak menginginkan perubahan.

Tapi, jika lebih banyak yang menginginkan perubahan, biasanya perubahan akan terjadi, tetapi apabila hanya kelompok minoritas dengan kekuatan kecil yang menginginkan perubahan, maka perubahan tersebut sulit untuk tercapai.

6. Teori Gerakan Sosial

Gerakan sosial merupakan sumber dari perubahan sosial. Ketidakpuasan terhadap kondisi tertentu yang ada di masyarakat terkadang dapat menimbulkan sebuah gerakan sosial. Hal ini terjadi pada saat sejumlah besar orang mengorganisasikan diri untuk memperjuangkan sebuah perubahan.

Perubahan sosial menurut Piötr Sztömp  memiliki karakteristik sebagai berikut:

    1. Adanya segi kolektif.

    2. Berlandaskan kesenjangan, organisasi, dan kesinambungan.

    3. Memiliki tujuan dan kepentingan bersama.

    4. Seringkali ditandai adanya tujuan jangka panjang.

    5. Terkadang dilakuakan dengan cara-cara yang berada di luar institusi yang ada.

Contoh di Indonesia sendiri adalah pada saat Prita Mulyasari kalah dalam tuntutan yang di ajukan oleh R.S Omni Internasional. Prita yang kalah saat itu diwajibkan membayar denda sejumlah Rp.204 juta oleh pihak pengadilan. Masyarakat yang tergerak hatinya akhirnya memunculkan sebuah gerakan sosial berupa “Koin Keadilan” dimana masyarakat menyumbang uang koin untuk membayar denda yang dikenakan kepada Prita.

Faktor Terjadinya Perubahan Sosial

Adapun faktor-fator yang mempengaruhi terjadinya perubahan sosial antara lain sebagai berikut:

Faktor internal

  1. Bertambah dan berkurangnya penduduk
  2. Adanya permusuhan
  3. Adanya penemuan baru
  4. Terjadinya pemberontakan atau revolusi dalam masyarakat

Faktor eksternal

  1. Adanya perubahan geografis dan lingkungan
  2. Adanya peperangan dengan negara lain
  3. Pengaruh kebudayaan

Faktor Pendorong

  1. Sistem pendidikan yang maju
  2. Sikap menghargai karya orang lain
  3. Stratifikasi sosial masyarakat terbuka
  4. Penduduk yang heterogen
  5. Orientasi masa depan
  6. Ketidakpuasan masyarakat
  7. Adanya nilai tambahan pada taraf kehidupan

Faktor Penghambat

  1. Kurangnya interaksi dengan masyarakat lain
  2. Kurangnya pengetahuan teknologi
  3. Sikap masyarakat yang cenderung tradisional
  4. Kebiasaan yang suli dirubah
  5. Adanya kepentingan terpendam yang tertanam dengan kuat

Dampak Perubahan Sosial di Masyarakat

Adapun dampak-dampak perubahan sosial terbagi atas dua, yaitu dampak positif dan negatif. Berikut dampak-dampak tersebut adalah sebagai berikut:

Dampak positif

  1. Munculnya norma dan nilai baru.
  2. Adanya struktur dan hubungan sosial baru.
  3. Terwujudnya kesetaraan gender.
  4. Terjadinya diferensiasi struktural.
  5. Munculnya budaya ilmuan.
  6. Tingginya partisipasi politik.
  7. Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin tinggi.
  8. Terbukanya mobilitas sosial.
  9. Kebebasan dalam memeluk agama.

Dampak negatif

  1. Adanya disorientasi nilai dan norma
  2. Perubahan pola perilaku
  3. Meningkatnya budaya konsumtif.
  4. Berkembangnya sikap individualisme.
  5. Berkembangnya konflik sosial vertikal maupun horizontal.
  6. Terdapat kesenjangan sosial.

Contoh Dampak Perubahan Sosial di Masyarakat

Adapun untuk beragam contoh perubahan sosial yang ada di masyarakat, antara lain sebagai berikut;

  1. Adanya perkembangan teknologi membuat masyarakat menjadi individualis.
  2. Terjadinya kesenjangan sosial dalam masyarakat.
  3. Adanya guncangan budaya yang disebabkan msyarakat yang belum siap menerima adanya perubahan sosial.
  4. Melemahnya nilai dan norma dalam kebudayaan yang disebabkan terjadinya perubahan.
  5. Terjadinya eksploitasi sumber daya alam secara massiv yang disebabkan meningkatnya kebutuhan masyarakat.
  6. Timbulnya struktur sosial baru yang lebih menekankan pada hak asasi manusia.
  7. Terwujudnya kesetaraan gender di berbagai aspek kehidupan bermasyarakat.
  8. Adanya diferensiasi struktural yang mempermudah masyarakat memenuhi kebutuhan sesuai dengan yang diinginkannya.
  9. Timbulnya kesadaran politik yang tinggi dalam masyarakat.
  10. Berkembangnya ilmu penetahuan seiring dengan terbukanya kesempatan dalam mengemukakan pendapat dan gagasan.


https://www.studiobelajar.com/perubahan-sosial/ 

https://www.ruangguru.com/blog/teori-perubahan-sosial-dan-faktor-penyebabnya

https://www.quipper.com/id/blog/mapel/sosiologi/teori-perubahan-sosial/

Sunday, May 16, 2021

SISTEM KOMUNIKASI DESA & KOTA

Artikel:
https://slideplayer.info/slide/12756518/ 
https://prezi.com/c5d8bnd4yl2k/sistem-komunikasi-pedesaan-dan-komunikasi-perkotaan/
http://jurnal.fisip.unila.ac.id/index.php/prosidingkom/article/view/219/0
https://faizakhadiyah09081992.wordpress.com/2012/05/12/sistem-komunikasi-indonesia-pedesaan/


Video:
https://www.youtube.com/watch?v=Lys9gAGXpl0
https://www.youtube.com/watch?v=gmwFF0Wmg80
https://www.youtube.com/watch?v=HmI1Lz7YT78
https://www.youtube.com/watch?v=D9JEranlz4A
https://www.youtube.com/watch?v=ayBwXj9LvNs
https://www.youtube.com/watch?v=dTNxiExXZQ8

Monday, May 10, 2021

SOSIOLOGI KOMUNIKASI : PERILAKU KOLEKTIF DAN PENGELOMPOKAN MANUSIA

Jelaskan apa yang dimaksud dengan kelompok sosial? 

Horfon menjelaskan bahwa kelompok sosial adalah kumpulan manusia yang memiliki kesadaran akan keanggotaannya dan saling berinteraksi

Menurut pendapat lain:

1.      Joseph S. Roucek

Kelompok sosial adalah sebuah kelompok yang meliputi dua orang individu ataupun lebih. Diantara mereka terdapat pola interaksi yang bisa dipahami oleh pihak lain ataupun anggotanya sendiri secara keseluruhan. 

2.      Soerjono Soekanto

Kelompok sosial adalah suatu kesatuan atau himpunan manusia yang saling berkaitan diantara mereka secara timbal balik dan saling memengaruhi.

3.      George Homans

Kelompok sosial merupakan suatu kumpulan individu yang melakukan kegiatan, interaksi dan memiliki perasaan untuk membentuk suatu keseluruhan yang terorganisasi dan berhubugan dengan timbal balik.

Mengapa perilaku kolektif dapat terjadi dalam kehidupan sosial manusia? 

Kekondusifan struktural, kendala struktural, dan berkembangnya keyakinan umum memerlukan faktor-faktor pemicu yang akan menyebabkan timbulnya perilaku kolektif. Peran faktor-faktor itu sering kali dapat dilihat dalam suatu revolusi sosial sebagai pemicu atau faktor yang memudahkan terjadinya peristiwa itu. 

Kehidupan di Indonesia, kita banyak menemukan perilaku dari berbagai individu maupun kelompok yang tidak sesuai norma dan aturan hal itulah yang dikatakan sebagai perilaku kolektif. 

Sisi yang lain dalam fitrahnya manusia sendiri punya potensi berkelompok.  

Perilaku sosial itu merupakan hal yang penting dalam sosialisasi kehidupan, tak ada sedikit pun orang yang mengelak pada perilaku sosial di sekitar kita. Oleh karena itu perilaku individu maupun kolektif sangat sarat dengan perilaku sosial perilaku tersebut memberikan dampak tersendiri bagi dunia sosial yaitu penyimpangan dari perilaku sosial tersebut. 

Diferensiasi berdasarkan ciri sosial timbul karena adanya perbedaan pekerjaan. Perbedaan pekerjaan tersebut menyebabkan adanya perbedaan cara pandang dan pola perilaku dalam masyarakat tersebut. Oleh karena itu, diferensiasi jenis ini diikuti dengan adanya perbedaan peran, prestise, dan kekuasaan. Contohnya antara lain pola perilaku dokter yang berbeda dengan pola perilaku arsitek.  

Lalu, yang berdasarkan pada ciri budaya itu seperti apa? Diferensiasi berdasarkan ciri budaya Berhubungan erat dengan pandangan hidup suatu masyarakat. Pandangan hidup tersebut menyangkut nilai-nilai yang dianutnya, seperti religi, sistem kekeluargaan, keuletan, dan ketangguhan. Hasil dari nilai-nilai yang dianut suatu masyarakat dapat dilihat dari pakaian, bahasa, kesenian, dan agama. 

Apa itu tindakan secara kolektif? 

Perilaku kolektif mula-mula dipandang sebagai perilaku menyimpang (deviant behavior). Dilihat dari perspektif sosiologi menurut Cohen (1983) gerakan sosial ini dapat dibagi kedalam beberapa macam sebagai berikut :

1.      Gerakan ekspresif. Dalam masyarakat yang sudah maju dan modern individu acapkali ingin mengungkapkan (mengekspresikan) berbagai keinginannya untuk mendapat perhatian dan simpati publik.

2.      Gerakan regresif, gerakan sosial ini sengaja dilakukan oleh sekelompok orang dengan tujuan untuk mengembalikan apa yang ada sekarang ini ke keadaan sebelumnya.

3.      Gerakan progresif. Bagi mereka yang terlibat dalam gerakan ini pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup serta kesejahteraan kelompok tertentu dalam masyarakat.

4.      Gerakan reformis, tipe gerakan sosial ini lebih diorientasikan pada terciptanya perubahan dan pembaruan aspek tertentu dalam masyarakat.

5.      Gerakan revolusioner, dalam gerakan sosial ini sifatnya revolusioner justru menuntut lebih jauh hingga dilakukan perubahan bersifat total dan radikal terhadap seluruh aspek kehidupan manusia dan tatanan sosial yang ada.

6.      Gerakan utopian. Dalam konteks gerakan sosial ini yang mana dilakukan oleh sekelompok orang dengan tujuan untuk membentuk suatu lingkungan yang dianggap ideal dan baik bagi mereka.

7.      Gerakan migrasi. Pada dasarnya mereka yang terlibat dalam gerakan ini merasa tidak begitu puas dengan kondisi kehidupan sosial ekonomi mereka sekarang sehingga mereka memutuskan untuk berpindah kesuatu wilayah yang lain dengan harapan dapat memperoleh kehidupan sosial ekonomi yang jauh lebih baik dibandingkan dengan keadaan sebelumnya.

Di samping itu gerakan sosial menurut Cohen (1983) dibagi menjadi empat jenis antara lain :

1.      Alternative Social Movement. Untuk tipe gerakan sosial ini dimaksudkan hanya ingin merubah pemikiran dan perilaku individu tertentu dengan menggunakan cara tertentu pula.

2.      Redemptive Social Movements yaitu suatu gerakan sosial yang dilakukan dengan tujuan merubah perilaku kelompok tertentu dalam masyarakat dengan ruang lingkup yang terbatas.Misalnya gerakan yang dilakukan dikalangan sekte tertentu yang sasarannya ingin merubah persepsi dan perilaku anggotanya.

3.      Reformative Movement. Pada prinsipnya target yang ingin dicapai gerakan sosial ini lebih diorientasikan pada perubahan aspek tertentu dalam masyarakat.

4.      Revolutionary Social Movement. Berbeda halnya dengan tiga tipe gerakan sosial diatas maka dalam jenis gerakan sosial revolusioner lebih diorientasikan pada terjadinya suatu perubahan secara total dan menyeluruh pada semua aspek kehidupan masyarakat termasuk didalamnya ideologi suatu negara.

Perilaku kolektif adalah perilaku dari dua atau lebih individu yang bertindak secara bersama-sama dan secara kolektif, dan untuk memahami perilaku dengan cara ini harus mengerti semua kehidupan kelompok. 

Menurut Marshall, tindakan kolektif merupakan sebuah tindakan yang dilakukan secara bersamaan di dalam suatu kelompok karena memiliki tujuan yang sama (Vanni, 2014, hlm. 21). Lebih lanjut,dalam melakukan tindakan kolektif selalu dilakukan atas dasar tujuan tersebut. 

Secara teoritis perilaku kolektif dapat dijelaskan dari berbagai sudut teori antara lain teori penyebaran, teori interaksionis, teori emergent-norm dan teori value-added. Kondisi pokok yang memicu munculnya perilaku kolektif menurut teori value-added adalah: kesesuaian struktural, ketegangan struktural, berkembangnya 

Adapaun ciri-ciri perilaku kolektif adalah sebagai berikut : 

• Perilaku yang dilakukan bersama oleh sejumlah orang. 

• Perilaku yang bersifat spontanitas dan tidak terstruktur. 

• Perilaku yang tidak bersifat rutin, dan. 

• Perilaku yang merupakan tanggapan terhadap rangsangan tertentu.



 

Monday, April 19, 2021

Mengenal Teori Komunikasi Kontemporer

 


Teori Komunikasi Kontemporer

 

Berbicara tentang komunikasi, komunikasi selalu berkembang dari zaman ke zaman. Mulai dari teori komunikasi klasik yang sangat sederhana sampai kepada teori komunikasi kontemporer yang membawa perubahan yang begitu besar didalam bidang ilmu komunikasi. Teori komunikasi kontemporer merupakan perkembangan dari teori komunikasi klasik melihat fenomena komunikasi tidak fragmatis. Artinya, komunikasi dipandang sebagai sesuatu yang kompleks. Pendekatan dalam memahami komunikasi pun tidak hanya mengacu pada teori semata, tetapi juga memperhitungkan mazhab dan model apa yang dipakai. Baiklah, dalam artikel kali ini saya akan menjelaskan sedikit tentang komunikasi kontemporer.

 

KOMUNIKASI KONTEMPORER

Komunikasi kontemporer berasal dari 2 suku kata, yaitu komunikasi dan kontemporer. Secara harfiah, komunikasi berasal dari bahasa latin, “communis” yaitu membangun kebersamaan antara 2 orang atau lebih. Secara ilmiah, komunikasi berasal dari kata “to communicate” artinya upaya untuk membuat pendapat, menyatakan perasaan,menyatakan perasaan, menyampaikan informasi agar diketahui/dipahami oleh orang lain.

 Kata kontemporer yang berasal dari kata “co” yang artinya bersama dan “tempo” yaitu waktu. Jadi menurut kata, kontemporer adalah waktu bersamaan. Secara umum, kontemporer artinya, kekinian, modern, atau lebih tepatnya adalah sesuatu yang sama dengan kondisi waktu yang sama atau saat ini. Jadi, komunikasi kontemporer adalah perkembangan komunikasi yang terpengaruh oleh dampak modernisasi.

 Komunikasi kontemporer sering diidentik dengan Komunikasi Virtual, komunikasi virtual adalah proses penyampaian pesan yang dikirimkan melalui internet atau cyberspace. Komunikasi yang dipahami sebagai virtual reality pada ruang lingkup alam maya dengan menggunakan internet. Komunikasi kontemporer sebenarnya dilakukan dengan cara representasi informasi digital yang bersifat diskrit. Internet merupakan media komunikasi yang sangat efektif bagi umat manusia di dunia.

 

Virtual adalah tidak nyata. Digunakan untuk sesuatu bayangan kejadian dunia nyata yang dibentuk melalui sebuah teknologi. Komunikasi virtual merupakan komunikasi yang dipahami sebagai virtual reality pada ruang lingkup alam maya dengan menggunakan internet. Komunikasi virtual sebenarnya dilakukan dengan cara representasi informasi digital yang bersifat diskrit. Komunikasi virtual sendiri adalah proses penyampaian pesan dari komunikan kepada komunikator melalui media (internet) yang bersifat interaktif. Komunikasi virtual bisa diakses dimana saja sehingga memudahkan kita dalam bekerja dan berinteraksi dengan orang lain ke seluruh penjuru dunia.

 

Model-model Komunikasi Virtual, antara lain:

1.      Email

Surat elektronik sudah mulai dipakai di tahun 1960-an. Pada saat itu Internet belum terbentuk, yang ada hanyalah kumpulan 'mainframe' yang terbentuk sebagai jaringan. Mulai tahun 1980-an, surat elektronik sudah bisa dinikmati oleh khalayak umum. Sekarang ini banyak perusahaan pos di berbagai negara menurun penghasilannya disebabkan masyarakat sudah tidak memakai jasa pos lagi.

 

Kita telah bahas apa itu internet, dan di dalam internet salah satu fasilitasnya adalah kita dapat mengirim surat melalui internet. Dengan fasilitas tersebut kita dapat mengirim kepada siapa saja (mereka yang telah memiliki account email juga) kapan saja dimana saja dalam hitungan detik (saat send maka dalam hitungan detik sudah sampai di inbox (kotak surat) tujuan.


Kelebihan :

a.       Cepat (sangat cepat) karena hanya perlu beberapa menit (ketik dan send).

b.      Mudah (karena kita cukup mengetik di komputer)

c.       Dapat mengirim file (attactment seperti file doc, excel, mp3, gambar, video dan lain-lain).


        Kekurangan:

a.      Harus online (connect ke internet)

b.      Text dan gambar only yang dapat dikirim.

c.       Tidak connect internet dan check maka kita tidak akan tahu yang kita kirim sudah dibalas atau belum.

 

2.      Chatting

Chatting adalah suatu program untuk para pengguna internet dimana saja berada agar bisa mengenal satu sama lain walaupun dia berada jauh dari kita. Dengan Chatting kita juga bisa melihat wajah orang yang baru kita kenal tersebut jika di komputer kita ada satu alat yang disebut WEBCAM.

 

IRC (Internet Relay Chat) adalah satu tempat pertemuan alam maya dimana semua orang dari seluruh pelosok dunia bisa bertemu dan berkomunikasi dengan baik dalam jaringan IRC. Anda bisa berkomunikasi dengan membuat kelompok diskusi (group discussions) dari beribu-ribu saluran IRC (IRC channels) yang ada pada Jaringan IRC (IRC networks), atau hanya berkomunikasi secara peribadi dengan keluarga atau teman di seluruh dunia. Anda akan menemukan berbagai macam manusia, hobi, ide ide, dan isu-isu di IRC. Contoh perisian-perisian IRC adalah mIRC. Namun, pada komunikasi seperti ini tingkat kepercayaan sangatlah rendah karena setiap pengguna dapat dengan mudah menghilang atau memutuskan jaringan server, Selain itu kita hanya dapat berkomunikasi pada satu periode itu saja.

 

Kelebihan;

a.       Feedback langsung.

b.      Kita cukup menggunakan koneksi internet.

c.       Lebih cepat.

Kekurangan;

a.       Dapat menimbulkan konflik.

b.      Harus online (connect ke internet)

c.       Text only yang dapat dikirim.


3.      Website

World Wide Web - yakni sebuah sistem dimana informasi dalam bentuk teks, gambar, suara, dan lain-lain dipresentasikan dalam bentuk hypertext dan dapat diakses oleh perangkat lunak yang disebut browser. Web adalah sistem pengiriman dokumen tersebar yang berjalan di internet. Web sekarang telah menjadi media yang sangat penting bagi periklanan dan alamat web sekarang sudah umum dijumpai pada majalah, surat kabar, dan iklan televisi.

 

Kelebihan:

a.       Buka 24 jam/hari

b.      Tidak bergantung kepada time zone, time difference

c.       Menjangkau seluruh dunia, menghilangkan batas ruang dan waktu

 

Kekurangan:

a.       Feedback tidak langsung.

b.      Harus menggunakan internet.

c.       Kurang praktis

 

AALAT-ALAT KOMUNIKASI KONTEMPORER


Adapun alat-alat komunikasi kontemporer, atau alat komunikasi masa kini, diantaranya.

a.      Telepon: Telepon termasuk alat komunikasi yang digolongkan modern. Karena sudah menggunakan teknologi yang cukup canggih. Antar kota, negara sudah bisa saling berkomunikasi melalui telepon dengan cepat

 

b.  Handphone atau telepon genggam adalah sebuah terobosan dalam komunikasi masyarakat modern. Di mana orang bisa saling berkomunikasi dimana saja, asal ada sinyal yang menghubungkan. Saat ini sudah banyak merk-merk terkenal yang memproduksi handphone, dan meluncurkan beraneka ragam jenis handphone.

 

c.  Koran: Media yang satu ni menjadi media atau alat komunikasi modern yang punya kegunaan sebagai alat komunikasi, penyampaian pesan atau iklan sebuah usaha atau perusahaan. Selain itu, koran selalu memberitakan informasi atau kejadian yang berhubungan dengan sosial, budaya, hukum, politik, teknologi dan masih banyak lagi. Seiring dengan berkembangnya teknologi, peran koran bukan hanya dibaca dalam bentuk cetak, kini kiran versi digital sudah banyak ditemukan diinternet

 

d.  Televisi: Televisi menjadi media komunikasi kontemporer yang sekarang hampir setiap rumah memiliki televisi. Dengan adanya televisi, banyak orang bisa mengetahui informasi berita dan bisa menonton tayangan lain yang memberikan aspek edukasu atau hiburan. Televisi juga sebagai sarana membangun kebersamaan antar keluarga di rumah.

 

e.  LCD Proyektor: Alat ini mempunyai kegunaan untuk menyampaikan ilmu pengetahuanatau pesan yang biasa dipakai di sekolah, kampus atau dalam acara seminar atau training. Biasanya alat ini bisa terhubung dengan PC atau Laptop. Kehadiran alat ini menjadikan pesan yang disampaikan menjadi efektif dan mudah dimengerti oleh para murid, mahasiswa, atau pun peserta.


 f. Handy Talky: alat berkomunikasi dengan menggunakan sinyal frekuensi tertentu sebagai pemancarnya untuk menghubungkan handytalky yang satu dengan handy talky yang lain. Alat ini biasa dipakai oleh satuan kepolisian atau tentara dalam bertugas. Selain kedua itu, pihak satuan pengamanan (satpam) juga sering memakai alat ini untuk bertugas.

 

 

g. Alat ini biasanya digunakan oleh para orang yang lagi orasi dalam menyampaikan pendapat. Alat ini juga digunakan pada saat demo oleh orang-orang yang kurang kerjaan. Toa memiliki suara yang tidak terlalu besar, namun alat ini termasuk sebagai alat komunikasi modern yang pernah ada.




Refrensi:

Riyono Pratikto (ed), Bandung,Remaja Karya.
Eriyanto, 2001. Analisis Wacana “Pengantar Analisis Teks Media”. Jogjakarta,   LkiS.


Frans Magni Suseno, 1992. Filsafat sebagai ilmu kritis, Kanisius, Jogjakarta.


John  Fiske,  1992.  Introduction  To  Communication  Studies.  2nd  Edition  London: 
Guernsey Press Co Ltd.


Joseph  A  Devito,  1976.  Communicology  an  introduction  to  the  study  of 
communication, Harper & Row, New York.


Kuhn  Thomas,  2000.  The  Structure  of  Scientific  Revolution,  Bandung,  Rosda 
Karya.


Lukman  Hakim,  2003.  Revolusi  Sistemik  Solusi  Stagnasi  Reformasi  Dalam 
Bingkai Sosialisme Relegius, Jogjakarta,Kreasi Wacana.


Littlejohn, Stephen W. 2002. Theories of Human Communication. USA:   Wadsworth 
Group.


Onong Uchjana Effendy, 2004, Ilmu Komunikasi: Teori dan Praktek. Bandung:   PT 
Remaja Rosdakarya.

Sugeng  Harianto,  2004.  (ter)  Teori  Komunikasi,  Sejarah,  Metode  dan  Terapan  Di 
Dalam Media Masa, Jakarta, Kencana.


Tanen,  Deborah,  1996.  Seni  Komunikasi  Efektif,  Jakarta,  PT  Gramedia  Pustaka 
Utama.


Warner  J  Severin  &  James  W  Tankard  Jr.,  2001.  Communication  Theories, 
Origins, Metode, and Uses in The Mass Media



UAS MINI BOOK

  KATA PENGANTAR   Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Atas rahmat dan karunia-Nya, penulis dapat menyelesaikan mini b...