Sunday, May 30, 2021

Pengertian, Teori, Contoh Perubahan Sosial


Perubahan Sosial 


Perubahan sosial merupakan salah satu kajian sosiologi yang paling dinamis, hal ini dikarenakan perubahan selalu terjadi dan terkadang tidak bisa dihindari. Perubahan sosial berbeda dengan perubahan lainnya. Yang menjadi pembeda perubahan sosial dengan perubahan lainnya adalah perubahan sosial menekankan perubahan yang terjadi pada aspek kultural atau budaya serta aspek struktural (struktur masyarakat), dan dampaknya terhadap kehidupan sosial.


Dilansir dari buku Perubahan Sosial (2018) karya Joan Hesti Gita Purwasih dan Sri Muhammad Kusumantoro, perubahan sosial merupakan suatu variasi cara hidup yang telah diterima, baik karena perubahan kondisi geografis, kebudayaan, komposisi penduduk, ideologi, maupun adanya penemuan baru dalam masyarakat.

Pengertian Perubahan Sosial Menurut Para Ahli

  1. Menurut Soerjono Soekanto, perubahan sosial adalah perubahan-perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di suatu masyarakat, yang mempengaruhi sistem sosialnya, termasuk nilai-nilai, sikap, dan pola perilaku di antara kelompok di masyarakat.
  2. Menurut Kingsley Davis, perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi pada struktur dan fungsi masyarakat.
  3. Menurut Willian Ogburn, perubahan sosial adalah perubahan yang meliputi unsur-unsur kebudayaan, baik unsur material, maupun unsur non-material. Namun yang ditekankan adalah pengaruh unsur material terhadap nonmaterial. Yang dimaksud unsur material kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia, misalnya teknologi. Yang dimaksud dengan unsur non-material adalah hasil kebudayaan yang bersifat lebih abstrak seperti ide, ideologi, dan kepercayaan.

Teori Perubahan Sosial

1. Teori Evolusi

Teori ini melihat perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi pada pengoranisasian masyarakat, khususnya dalam hal pembagian kerja. Teori ini berangkat dari pemikiran Herbert Spencer, Emile Durkheim, dan Ferdinand Tonnies. Menurut teori ini, perubahan sosial terjadi lambat dan berlangsung dalam waktu yang lama. Jika mengambil pemikiran Durkheim, maka dasar perubah sosial ini adalah perubahan masyarakat dari solidaritas mekanik menuju solidaritas organik, yang ditandai dengan adanya pembagian kerja.

Solidaritas mekanik ditandai dengan kondisi masyarakat yang masih sederhana, pembagian kerja sederhana, dan masih bersifat kekeluargaan. Solidaritas organik ditandai dengan masyarakat yang lebih modern, lebih cenderung bersifat individualis, dan pembagian kerja lebih banyak dan kompleks.

Jika mengambil ide Ferdinand Tonnies, maka perubahan sosial merupakan perubahan dari gemeinschaft menuju gesselschaft. Gemeinschaft memiliki ciri yang serupa dengan masyarakat solidaritas mekanik Durkheim, di mana masyarakat masih tradisional, dan gesselschaft serupa dengan masyarakat solidaritas organik yang lebih modern.

Berikut adalah beberapa penggolongan teori evolusi:

  • Unlinear theories of evolution

Teori ini menganggap masyarakat berkembang dari masyarakat sederhana menuju masyarakat yang kompleks. Bentuk teori ini adalah teori siklus yang berpendapat bahwa tahap-tahap perkembangan menyerupai lingkaran, di mana tahapan tersebut dapat dilalui berulang kali.

  • Universal theories of evolution

Teori ini mengemukakan bahwa perubahn merupakan hal yang linear, atau sudah memiliki garisnya sendiri, sehingga perubahan akan melaju ke depan dan tidak akan berulang seperti pada pandangan teori siklus.

  • Multilinear theories of evolution

Teori ini menekankan pada peelitian tahap-tahap perkembangan evolusi masyarakat, misalnya perubahan sistem pencaharian dari berburu ke pertanian, atau dari pertanian menuju industri.

2. Teori Siklus

Menurut teori ini, perubahan merupakan siklus yang terjadi berulang-ulang, tidak dapat direncanakan atau diarahkan ke titik tertentu.



3. Teori Linear

Menurut teori ini, perubahan bergerak menuju tahapan atau titik tertentu. Pandangan ini juga menganggap bahwa perubahan bisa diarahkan atau direncanakan.



Seperti gaya hidup, teori ini beranggapan bahwa perubahan sosial bisa saja terulang kembali. Misalnya pada waktu tahun 1970an, scooter digandrungi oleh anak muda. Sekarang pada 2018 kegandrungan anak muda terhadap scooter mulai bangkit kembali.

Teori-teori di atas, menjelaskan bagaimana perubahan sosial merubah masyarakat dari suatu tingkatan ke tingkatan lainnya. Hal ini penting karena pada dasarnya manusia selalu melakukan inovasi dan kreasi baik dalam bidang cipta, rasa, atau karsa untuk mendukung kelangsungan hidupnya, dan diharapkan bisa berguna untuk masyarakat luas

Contohnya, pada awal kemunculannya, mobil digerakkan oleh tenaga bensin dengan mesin 1 silinder dan tidak dapat ngebut, tetapi karena inovasi dan kreasi, sekarang mobil bergerak dengan tenaga bensin yang lebih efisien, dengan mesin yang terkadang lebih dari 4 silinder dan bisa ngebut sampai 400km/jam.

Setelah kita mengetahui bagaimana perubahan sosial merubah masyarakat, sekarang mari kita pelajari teori apa saja yang menjelaskan faktor-faktor penyebab terjadinya perubahan sosial.

4. Teori Konflik

Menurut teori ini, konflik sosial merupakan sumber utama terjadinya perubahan sosial. Konflik sosial terjadi karena adanya pertentangan antara kelas sosial, di mana kelompok yang lebih kuat cenderung mendominasi kelompok yang lebih lemah. Teori ini berakar dari pemikiran Karl Marx tentang konflik antar pemilik modal atau borjuis, dengan pekerja atau proletar.

5. Teori Fungsionalis

Teori Fungsionalis menyatakan bahwa ketidakpuasan masyarakat terhadap keadaan sosial yang sedang berlaku merupakan penyebab utama terjadinya perubahan sosial. Ketidakpuasan ini tidak dirasakan oleh semua anggota masyarakat, sebagian anggota masyarakat tidak menginginkan perubahan.

Tapi, jika lebih banyak yang menginginkan perubahan, biasanya perubahan akan terjadi, tetapi apabila hanya kelompok minoritas dengan kekuatan kecil yang menginginkan perubahan, maka perubahan tersebut sulit untuk tercapai.

6. Teori Gerakan Sosial

Gerakan sosial merupakan sumber dari perubahan sosial. Ketidakpuasan terhadap kondisi tertentu yang ada di masyarakat terkadang dapat menimbulkan sebuah gerakan sosial. Hal ini terjadi pada saat sejumlah besar orang mengorganisasikan diri untuk memperjuangkan sebuah perubahan.

Perubahan sosial menurut Piötr Sztömp  memiliki karakteristik sebagai berikut:

    1. Adanya segi kolektif.

    2. Berlandaskan kesenjangan, organisasi, dan kesinambungan.

    3. Memiliki tujuan dan kepentingan bersama.

    4. Seringkali ditandai adanya tujuan jangka panjang.

    5. Terkadang dilakuakan dengan cara-cara yang berada di luar institusi yang ada.

Contoh di Indonesia sendiri adalah pada saat Prita Mulyasari kalah dalam tuntutan yang di ajukan oleh R.S Omni Internasional. Prita yang kalah saat itu diwajibkan membayar denda sejumlah Rp.204 juta oleh pihak pengadilan. Masyarakat yang tergerak hatinya akhirnya memunculkan sebuah gerakan sosial berupa “Koin Keadilan” dimana masyarakat menyumbang uang koin untuk membayar denda yang dikenakan kepada Prita.

Faktor Terjadinya Perubahan Sosial

Adapun faktor-fator yang mempengaruhi terjadinya perubahan sosial antara lain sebagai berikut:

Faktor internal

  1. Bertambah dan berkurangnya penduduk
  2. Adanya permusuhan
  3. Adanya penemuan baru
  4. Terjadinya pemberontakan atau revolusi dalam masyarakat

Faktor eksternal

  1. Adanya perubahan geografis dan lingkungan
  2. Adanya peperangan dengan negara lain
  3. Pengaruh kebudayaan

Faktor Pendorong

  1. Sistem pendidikan yang maju
  2. Sikap menghargai karya orang lain
  3. Stratifikasi sosial masyarakat terbuka
  4. Penduduk yang heterogen
  5. Orientasi masa depan
  6. Ketidakpuasan masyarakat
  7. Adanya nilai tambahan pada taraf kehidupan

Faktor Penghambat

  1. Kurangnya interaksi dengan masyarakat lain
  2. Kurangnya pengetahuan teknologi
  3. Sikap masyarakat yang cenderung tradisional
  4. Kebiasaan yang suli dirubah
  5. Adanya kepentingan terpendam yang tertanam dengan kuat

Dampak Perubahan Sosial di Masyarakat

Adapun dampak-dampak perubahan sosial terbagi atas dua, yaitu dampak positif dan negatif. Berikut dampak-dampak tersebut adalah sebagai berikut:

Dampak positif

  1. Munculnya norma dan nilai baru.
  2. Adanya struktur dan hubungan sosial baru.
  3. Terwujudnya kesetaraan gender.
  4. Terjadinya diferensiasi struktural.
  5. Munculnya budaya ilmuan.
  6. Tingginya partisipasi politik.
  7. Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin tinggi.
  8. Terbukanya mobilitas sosial.
  9. Kebebasan dalam memeluk agama.

Dampak negatif

  1. Adanya disorientasi nilai dan norma
  2. Perubahan pola perilaku
  3. Meningkatnya budaya konsumtif.
  4. Berkembangnya sikap individualisme.
  5. Berkembangnya konflik sosial vertikal maupun horizontal.
  6. Terdapat kesenjangan sosial.

Contoh Dampak Perubahan Sosial di Masyarakat

Adapun untuk beragam contoh perubahan sosial yang ada di masyarakat, antara lain sebagai berikut;

  1. Adanya perkembangan teknologi membuat masyarakat menjadi individualis.
  2. Terjadinya kesenjangan sosial dalam masyarakat.
  3. Adanya guncangan budaya yang disebabkan msyarakat yang belum siap menerima adanya perubahan sosial.
  4. Melemahnya nilai dan norma dalam kebudayaan yang disebabkan terjadinya perubahan.
  5. Terjadinya eksploitasi sumber daya alam secara massiv yang disebabkan meningkatnya kebutuhan masyarakat.
  6. Timbulnya struktur sosial baru yang lebih menekankan pada hak asasi manusia.
  7. Terwujudnya kesetaraan gender di berbagai aspek kehidupan bermasyarakat.
  8. Adanya diferensiasi struktural yang mempermudah masyarakat memenuhi kebutuhan sesuai dengan yang diinginkannya.
  9. Timbulnya kesadaran politik yang tinggi dalam masyarakat.
  10. Berkembangnya ilmu penetahuan seiring dengan terbukanya kesempatan dalam mengemukakan pendapat dan gagasan.


https://www.studiobelajar.com/perubahan-sosial/ 

https://www.ruangguru.com/blog/teori-perubahan-sosial-dan-faktor-penyebabnya

https://www.quipper.com/id/blog/mapel/sosiologi/teori-perubahan-sosial/

Sunday, May 16, 2021

SISTEM KOMUNIKASI DESA & KOTA

Artikel:
https://slideplayer.info/slide/12756518/ 
https://prezi.com/c5d8bnd4yl2k/sistem-komunikasi-pedesaan-dan-komunikasi-perkotaan/
http://jurnal.fisip.unila.ac.id/index.php/prosidingkom/article/view/219/0
https://faizakhadiyah09081992.wordpress.com/2012/05/12/sistem-komunikasi-indonesia-pedesaan/


Video:
https://www.youtube.com/watch?v=Lys9gAGXpl0
https://www.youtube.com/watch?v=gmwFF0Wmg80
https://www.youtube.com/watch?v=HmI1Lz7YT78
https://www.youtube.com/watch?v=D9JEranlz4A
https://www.youtube.com/watch?v=ayBwXj9LvNs
https://www.youtube.com/watch?v=dTNxiExXZQ8

Monday, May 10, 2021

SOSIOLOGI KOMUNIKASI : PERILAKU KOLEKTIF DAN PENGELOMPOKAN MANUSIA

Jelaskan apa yang dimaksud dengan kelompok sosial? 

Horfon menjelaskan bahwa kelompok sosial adalah kumpulan manusia yang memiliki kesadaran akan keanggotaannya dan saling berinteraksi

Menurut pendapat lain:

1.      Joseph S. Roucek

Kelompok sosial adalah sebuah kelompok yang meliputi dua orang individu ataupun lebih. Diantara mereka terdapat pola interaksi yang bisa dipahami oleh pihak lain ataupun anggotanya sendiri secara keseluruhan. 

2.      Soerjono Soekanto

Kelompok sosial adalah suatu kesatuan atau himpunan manusia yang saling berkaitan diantara mereka secara timbal balik dan saling memengaruhi.

3.      George Homans

Kelompok sosial merupakan suatu kumpulan individu yang melakukan kegiatan, interaksi dan memiliki perasaan untuk membentuk suatu keseluruhan yang terorganisasi dan berhubugan dengan timbal balik.

Mengapa perilaku kolektif dapat terjadi dalam kehidupan sosial manusia? 

Kekondusifan struktural, kendala struktural, dan berkembangnya keyakinan umum memerlukan faktor-faktor pemicu yang akan menyebabkan timbulnya perilaku kolektif. Peran faktor-faktor itu sering kali dapat dilihat dalam suatu revolusi sosial sebagai pemicu atau faktor yang memudahkan terjadinya peristiwa itu. 

Kehidupan di Indonesia, kita banyak menemukan perilaku dari berbagai individu maupun kelompok yang tidak sesuai norma dan aturan hal itulah yang dikatakan sebagai perilaku kolektif. 

Sisi yang lain dalam fitrahnya manusia sendiri punya potensi berkelompok.  

Perilaku sosial itu merupakan hal yang penting dalam sosialisasi kehidupan, tak ada sedikit pun orang yang mengelak pada perilaku sosial di sekitar kita. Oleh karena itu perilaku individu maupun kolektif sangat sarat dengan perilaku sosial perilaku tersebut memberikan dampak tersendiri bagi dunia sosial yaitu penyimpangan dari perilaku sosial tersebut. 

Diferensiasi berdasarkan ciri sosial timbul karena adanya perbedaan pekerjaan. Perbedaan pekerjaan tersebut menyebabkan adanya perbedaan cara pandang dan pola perilaku dalam masyarakat tersebut. Oleh karena itu, diferensiasi jenis ini diikuti dengan adanya perbedaan peran, prestise, dan kekuasaan. Contohnya antara lain pola perilaku dokter yang berbeda dengan pola perilaku arsitek.  

Lalu, yang berdasarkan pada ciri budaya itu seperti apa? Diferensiasi berdasarkan ciri budaya Berhubungan erat dengan pandangan hidup suatu masyarakat. Pandangan hidup tersebut menyangkut nilai-nilai yang dianutnya, seperti religi, sistem kekeluargaan, keuletan, dan ketangguhan. Hasil dari nilai-nilai yang dianut suatu masyarakat dapat dilihat dari pakaian, bahasa, kesenian, dan agama. 

Apa itu tindakan secara kolektif? 

Perilaku kolektif mula-mula dipandang sebagai perilaku menyimpang (deviant behavior). Dilihat dari perspektif sosiologi menurut Cohen (1983) gerakan sosial ini dapat dibagi kedalam beberapa macam sebagai berikut :

1.      Gerakan ekspresif. Dalam masyarakat yang sudah maju dan modern individu acapkali ingin mengungkapkan (mengekspresikan) berbagai keinginannya untuk mendapat perhatian dan simpati publik.

2.      Gerakan regresif, gerakan sosial ini sengaja dilakukan oleh sekelompok orang dengan tujuan untuk mengembalikan apa yang ada sekarang ini ke keadaan sebelumnya.

3.      Gerakan progresif. Bagi mereka yang terlibat dalam gerakan ini pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup serta kesejahteraan kelompok tertentu dalam masyarakat.

4.      Gerakan reformis, tipe gerakan sosial ini lebih diorientasikan pada terciptanya perubahan dan pembaruan aspek tertentu dalam masyarakat.

5.      Gerakan revolusioner, dalam gerakan sosial ini sifatnya revolusioner justru menuntut lebih jauh hingga dilakukan perubahan bersifat total dan radikal terhadap seluruh aspek kehidupan manusia dan tatanan sosial yang ada.

6.      Gerakan utopian. Dalam konteks gerakan sosial ini yang mana dilakukan oleh sekelompok orang dengan tujuan untuk membentuk suatu lingkungan yang dianggap ideal dan baik bagi mereka.

7.      Gerakan migrasi. Pada dasarnya mereka yang terlibat dalam gerakan ini merasa tidak begitu puas dengan kondisi kehidupan sosial ekonomi mereka sekarang sehingga mereka memutuskan untuk berpindah kesuatu wilayah yang lain dengan harapan dapat memperoleh kehidupan sosial ekonomi yang jauh lebih baik dibandingkan dengan keadaan sebelumnya.

Di samping itu gerakan sosial menurut Cohen (1983) dibagi menjadi empat jenis antara lain :

1.      Alternative Social Movement. Untuk tipe gerakan sosial ini dimaksudkan hanya ingin merubah pemikiran dan perilaku individu tertentu dengan menggunakan cara tertentu pula.

2.      Redemptive Social Movements yaitu suatu gerakan sosial yang dilakukan dengan tujuan merubah perilaku kelompok tertentu dalam masyarakat dengan ruang lingkup yang terbatas.Misalnya gerakan yang dilakukan dikalangan sekte tertentu yang sasarannya ingin merubah persepsi dan perilaku anggotanya.

3.      Reformative Movement. Pada prinsipnya target yang ingin dicapai gerakan sosial ini lebih diorientasikan pada perubahan aspek tertentu dalam masyarakat.

4.      Revolutionary Social Movement. Berbeda halnya dengan tiga tipe gerakan sosial diatas maka dalam jenis gerakan sosial revolusioner lebih diorientasikan pada terjadinya suatu perubahan secara total dan menyeluruh pada semua aspek kehidupan masyarakat termasuk didalamnya ideologi suatu negara.

Perilaku kolektif adalah perilaku dari dua atau lebih individu yang bertindak secara bersama-sama dan secara kolektif, dan untuk memahami perilaku dengan cara ini harus mengerti semua kehidupan kelompok. 

Menurut Marshall, tindakan kolektif merupakan sebuah tindakan yang dilakukan secara bersamaan di dalam suatu kelompok karena memiliki tujuan yang sama (Vanni, 2014, hlm. 21). Lebih lanjut,dalam melakukan tindakan kolektif selalu dilakukan atas dasar tujuan tersebut. 

Secara teoritis perilaku kolektif dapat dijelaskan dari berbagai sudut teori antara lain teori penyebaran, teori interaksionis, teori emergent-norm dan teori value-added. Kondisi pokok yang memicu munculnya perilaku kolektif menurut teori value-added adalah: kesesuaian struktural, ketegangan struktural, berkembangnya 

Adapaun ciri-ciri perilaku kolektif adalah sebagai berikut : 

• Perilaku yang dilakukan bersama oleh sejumlah orang. 

• Perilaku yang bersifat spontanitas dan tidak terstruktur. 

• Perilaku yang tidak bersifat rutin, dan. 

• Perilaku yang merupakan tanggapan terhadap rangsangan tertentu.



 

UAS MINI BOOK

  KATA PENGANTAR   Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Atas rahmat dan karunia-Nya, penulis dapat menyelesaikan mini b...